Puisi (Waktu yang Sama)

Dikala rasa semakin kuat dalam benturan harapan
Menahan raga bak terusuk duri
Menanti terbang senyap kupu-kupu
Tak bisa diam mencari arah

Bertahan dikala angin semakin berhembus kencang
Berpegang sayap nan lembut gemulai
Semakin sigap tuk ku tebang
Semakin sulit tuk ku lalui

Tak bisa hinggap karena waktu
Tak bisa diam seolah rindu
Akankah diam seperti ini?
Itu mungkin bukan pilihanku

Waktu terus berbisik
Putaran jam pun terus memanggil
Meraih Cita dalam kiasan
Hatipun berkata masih sama dalam arah dan  ingatan

by @asepzaenuri

0 Response to "Puisi (Waktu yang Sama)"

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar anda dengan memberi saran yang membangun.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel