Medali kedua finisher ku

Ketika kamarin saya mencoba ikut lari yang pertama di serpong BSD City Jakarta, itu mungkin cuma sekedar coba-coba, tetapi kini pada 02 November 2014 saya mencoba untuk ikut lomba lari H24run (Herbalife) yang diadkan di Jakarta, tepatnya Dipantai Festival Jaya Ancol, Sebenarnya saya belum ada kepikiran untuk datang ikut lomba disana, tetapi saya mau ikut lari di Bekasi yaitu Summarecon run 2014, karena saya gagal untuk ikut disana, dikarenakan membayar pendaftarannya dengan Kartu FISA, karena saya tidak punya maka saya batal ikut perlombaan tersebut, maka saya berinisiatif untuk mencari penganti lomba lari tersebut, untuk mengikuti perlombaan yang lain saya pun mencari dana untuk pendaftaran, karena banyak suport dari teman-teman, saya mencoba ikut di H24run yang diselenggarakan oleh Herbalife tersebut, tidak mudah untuk pergi kesana, Hanya ada niat dan kemauanlah saya bisa kesana.
Sebelum saya ikut lomba, setiap rezeki itu pasti ada jika kita benar benar mau, maka ketika saya mencoba kerja dengan cara mengambil bola tenis pada setiap orang-orang yang sedang bermain tenis, itu tidak seberapa hasilnya, tetapi karena inginnya saya pergi ke perlombaan itu, maka datanglah rezeki dari Tuhan, terimakasih sahabatku yang telah meminjamkan uang untukku lari ke Jakarta, dan tidak lupa pula Guru olahragaku yang selalu memberikan semangat, meminjamkan sepatu Larinya hanya untuk melihat kemauan dan tekadku.

Mungkin setiap kerja keras akan mendapatkan suatu hasi, dan mungkin ini hanya sepatu, tetapi ini sepatu Guru ku yang dipercayakan kepadaku untuk dibawa lari kejakarta, dan memang sepatu ini sangat membantu saya dalam berlari.
Cerita yang ku alami ini mungkin tidak semua orang pernah tetapi ini lah ceritaku, Mobil yang aku tumpangi adalah Mobil Bus MGI jurusan Bandung depok, ketika itu penumpang sedang sepi, di Luwipanjang, ketika didalam mobilnya hanya ada penumpang tiga, ibuk-ibu dan anak kecil serta saya, pada waktu itu keadaanya sedang sepi, sambil menunggu penumpang yang lainnya.
Ketika perjalanan yang melelahkan dari jam 1 hingga menjelang Magrib, sampailah saya di depok, saya mempunyai teman Saudara baru, Bang jali Namanya, dialah orang yang mendaftarkan saya hingga saya bisa ikut lari di H24run, ketika sampai disana saya menginap semalan dirumah bang jali, ketika Pukul 04.45 Pagi saya pergi kesetasiun Universitas Indonesia (Depok) disanalah saya dan bang jali berngkat dari depok ke ancol.



Stasiun ini adalah setasiun pertama Menggunakan COMMUTER LINE  karena saya sebelumnya belum pernah naik kereta listrik seperti ini, pukul 05.45 saya tiba di stasiun Kota jakarta, dan karena hampir terlambat maka saya dan bang jali naik ojek dengan boncengan 3, maka ngacirrrr lah ke Ancol,pada pukul 06.00 Diancol Lagu indonesia raya berkumandang untuk simbol kebangsaan Indonesia sekaligus pelepasan atlit lari lomba marathon tersebut, Pada pukul 06.00 tersebut Pelari 10K(10 Kilo meter) didahulukan kemudaian 5K(5 Kilo meter) sewaktu datang perkiraan saya, saya telat setar dalam perlombaan itu, tetapi untung, saya masih bisa ikut lari, ketika saya masuk dalam barisan, ketika itu juga pelepasan 5K dan saya langsung lari tanpa adanya pemanasan terlebih dahulu, keadaan semakin panas ketika di Kilometer 2, sudah mulai terasa capek, kemudian di kilometer ke 4 saya mencoba melambat untuk bernafas sejenak,kemudian pada 20 Meter terakhir saya dan 2 orang di belakan saya, Adu seprint untuk menentukan posisi,  Walaupun sehabis finish saya langsung terkapar di jalan dan berbaring tak berdaya, untung ada tim medis yang siap sigap membantu saya berdiri, terima kasih juga sudah membantu saya nyemprotin pendingin ke kaki saya, terima kasih mas, mbak.
apa yang dirasakan seseorng pelari ketika sudah mencapai garis finish, Kebanggaan lah yang didapat,setelah saya bisa berdiri, maka saya menuju Medali yang diberikan kepada setiap orang yang finish dengan waktu yang telah ditentukan. 15 adalah urutan yang sangat membanggakan dan tidak disangka, dengan begitu banyak orang, pelari pemula seperti saya bisa berada di Posisi 15 Besar pada kategori 5K dengan pelari pelari nasional.
Disitulah rasa bangga  muncul hasil dari kerja keras dan tekad yang kuat, Medali yang kedua yang saya dapat setelah Medali dari Nutrilite di BSD serpong city bulan lalu.

Bersama Bang Jali, Pelari yang masih kuat dengan Diusianya yang menginjak Ke 50 Tahun, beliau tetap bersemangat.
Senang dan bangga itu adalah kehasan yang dimiliki oleh setiap orang karena setiap orang mempunyai kebanggaan tersendiri dan masing masing seseorang dapat bereksplorasi dengan apa yang dimiliki.
Ini adalah kedua mendaliku yang diperoleh hasil dari kerja keras, bersyukur mempunyai medali ini, tetapi saya akan terus berjuang hingga bisa membuat saya dan orang lain bahagia, dan semoga ini berguna untuk masa depan. Inilah sedikit kisah untuk mendapatkan kebanggaan dengan mendappatkan medali ini, bukan bangga mendapatkan medali, tetapi kerja keras untuk mendapatkan Medali ini yang membuat saya bahagia, Marilah berlari, selain itu sehat, olahraga juga membawa berkah.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Medali kedua finisher ku"

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar anda dengan memberi saran yang membangun.